Home » » Suami-Suamiku

Suami-Suamiku

Posted by eko prijambodo
Kumpulan Video sex , xxx , komik , hentai,, Updated at: 00.47

Posted by eko prijambodo on Sabtu, 20 Juni 2015

Pujo (samaran 42 tahun) adalah teman sejak aku SMA yang kini menjadisuamiku. Kini setelah anak-anak kami sudah remaja (kini umurku 38 tahun)hidup kurasakan tambah sepi apalagi aku tinggal berdua dengan suamisaja, anak-anakku sudah kuliah di lain kota. Suamiku adalah pria yangbaik dan sukses sebagai karyawan PMA, meskipun jabatan tidak terlalutinggi tapi kami hidup berkecukupan. Aku sendiri cukup waktu dan uanguntuk merawat diri, sehingga meskipun aku tidak cantik namun orangbilang aku ini luwes tidak mboseni kalau dipandang suamiku bilang akumemang tidak cantik tapi”ayu”apalagi kalau lagi orgasme tinggiku cuma160 cm dengan berat 56 kg agak gemuk orang bilang tapi dadaku montoksekali dengan puting yang merekah.Suamiku senang olah raga tenis dan golf kalau badan tidak terlalu tinggi165 cm tapi cukup atletis dengan berat badan 63 kg. Urusan diranjangsebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya telaten dan sabardia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itubaru dia melakukan penetrasi sampai aku orgasme yang kedua.Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnyaaku usul untuk menerima kost toh kamar anakku 2 kamar tidak ada yangnempati. Akhirnya suamiku sepakat dia yang cari dan kebetulan ada temankenalannya seorang pengusaha yang biasa mondar-mandir Jakarta ke kotakukarena ada anak perusahaannya di kotaku. Pertimbangannya dari pada kehotel boros karena kadang harus sampai dua minggu. Namanya Duta(samaran) keturunan arab dengan cina orangnya tinggi (176 cm 76 kg)besar dengan kulit putih tapi wajah arab kayak Omar Syarif dengan buludiseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun. Kami cepat akrab bahkanseperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkanpada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya akupanggilnya Dik karena umurnya baru 38 tahun.Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungandan pas ada di kotaku ia kami ajak. Begitu akrabnya kami sehingga takjarang kami Dik Duta juga membantu kalau ada kerepotan dirumah sehinggalingkungan taunya memang adik saya. Untuk sehari-hari setelah berjalan 3bulan kami makin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika kamingobrol habis makan malam.“Ajaklah Isterimu jalan-jalan kemari Dik Duta,” celetuk suamiku, “Biardia kenal mbakyumu” lanjutnya, Dik Duta hanya diam dan menghela napaspanjang.“Ada apa.. Ada yang salah?” lanjut Mas Pujo melihat gelagat yang kurangenak.“E.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku meninggal 3 tahun yang laludiruamh cuma ada anak-anak dengan pembantu saja” jawabnya dengan mataberkaca-kaca.Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburansekolah biar anak-anak diajak kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahundan 4 tahun. Sejak itu keakraban kami tambah dekat bahkan suamiku seringmembisiki aku kalau keturunan arab biasanya barangnya besar dan panjang.Akupun merasa Dik Duta makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakanhadiah liontin permata yang cantik. Bahkan sehari-hari kami makinterbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Duta seolah maumemelukku dan bahkan sembunyi-sembunyi berani menciumi pipiku kalau maupamit pulang Jakarta.Demikian pula sebaliknya Mas Pujo seolah membiarkan kami bercengkaramakadang kadang bahkan ngompori, “Ooo mabkyumu itu biar STW tapi malahtambah punel (maksudnya memeknya) lho Dik Duta” kalau sudah begitu akuyang merah padam, tapi untungnya hanya kami bertiga.Seperti kebiasan kami, pada hari libur Sabtu Minggu kami bertiga weekend di kebun kami di Tawangmangu. Walaupun tidak terlalu luas namunkebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat.Entah apa sebabnya Mas Pujo hari itu dengan manja tiduran berbantalpahaku di depan Dik Duta setelah selesai makan malam sambil menonton TVdan ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Kulihat Mas Pujo sangatatraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Duta. Aku sebenarnyaagak kikuk tapi karena sudah seperti adik sendiri aku bisa mengatasiperasaanku, lagian Dik Duta sudah sering melihat kemesraan kamisehari-hari dirumah. Kulihat Dik Duta acuh saja melihat tingkah laku MasPujo. Malah akhirnya Dik Duta mengambil inisiatif mengambil kasur darikamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Duta bersandardidinding berjajar cuma berjarak setengah meter sedang Mas Pujo tidurandi pahaku. Acara yang ditayangkan kebetulan agak menyerempet-nyerempethubungan suami isteri. Kulihat Dik Duta tidak bisa konsentrasi, ia lebihsering mencuri pandang ke arah dadaku yang saat itu hanya terbungkusdaster, aku pura-pura nggak tahu tapi aku sempat melihat arah tengahcelananya yang aku yakin sudah setengah ereksi.Tiba-tiba Mas Pujo memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudaradari luar baju daster yang kukenakan, aku bingung.“Mas malu ah masa ada Dik Duta,” protesku sambil melemparkan tangannyakasar.“Ah nggak apa apa, wong Di Duta juga pernah merasakan koq.” sahut MasPujo sambil senyum penuh arti ke Duta.Duta tersenyum kecut Aku melengos sebel tapi jujur saja rabaan Mas Pujomembuat aku on apalagi udara dingin Tawangmangu yang menusuk tulang.Sementara Mas Pujo malah nekat dan kepalanya yang menindih pahakudigeser ke arah selangkanganku, sehingga tak terhindarkan baju dasterkuyang memang pendek makin tersingkap sehingga Duta makin leluasa melahappahaku yang terbuka lebar..“Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih..” Duta bicara padaku.Gila batinku aku benar-benar kaya kepiting rebus mendengar kata-kataDuta hampir saja aku tampar. Tapi Mas Pujo malah menimpali, “Nggakpa-pa, ya Mam? Kasihan khan Dik Duta sudah lama lho nggak merasakan”sahutnya.“Pap!! apa-apaan sih ini” sahutku nggak kalah seru.“Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..!” pintanya sambil mengedip keDik Duta.Rupanya Duta tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarakkami cuma sejengkal maka langsung direngkuhnya belakang kepalaku dandiciumnya mulutku dengan paksa. Aku ingin menolak tapi Mas Pujo memegangtanganku dan meraba tengah CDku aku terombang-ambing antara nafsu dannilai yang ada dalam diriku tapi aku makin terangsang, tanpa sadar malahkumiringkan tubuhku menghadap Dik Duta sehingga aku bisa berhadapan,melihat reaksiku tanpa segan Dik Duta menyelusupkan tangannya dibalikdasterku untuk meremas remas buah dadaku, sementara Mas Pujo tangannyasudah masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yang menjadi titikkelemahanku.Mendapat seranngan dua orang sekaligus sensasiku melambung tinggi adakenikmatan yang tiada tara. Kucoba memberanikan diri meraba perut Dutadan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.WAU.. luar biasa rupannya sudah berdiri keras dan tidak pakai CD lagitanganku tak bisa memegang semuanya genggamanku penuh itupun baruseparonya. Ketika itu Mas Pujo melepaskan seluruh pakaiannya danmencopoti dasterku, Duta melepaskan pakainnya juga dan menggeserposisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan, sedangkanMas Pujo memiringkan tubuhnya yang bugil sebelah kanan (belakangku),sehingga dengan sendirinya kontol Mas Pujo yang sudah kencang menempelbokongku dan kontol Duta yang luar biasa panjang dan besar menempelpahaku karena Duta tak mau melepaskan pelukannya padaku jadi Mas Pujohanya merogoh memekku dari belakang.Duta menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Dutayang penuh dengan gairah, aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikirmacam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yangdilakukan Duta padaku tanpa menghiraukan Mas Pujo yang meremas-remasbokongku, dan mengelus vaginaku yang sudah basah. Aku mendesis desis takkaruan karena keenakan dengan tangan kanannya Duta mendekap punggungkuerat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak vaginaku rupanya diasudah nggak tahan ingin memasukkan kontolnya ke memekku.Dituntunnya penisnya ke arah lubang vaginaku, dan dalam tempo singkataku sudah melayang kelangit ke tujuh menikmati kontol Dik Duta yangpanjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di vaginakunamun kenikmatan yang kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perihmemekku. Otomatis jepitan lobang kemaluanku makin jadi dandenyutan-denyutan memekku yang selama ini dipuja oleh Mas Pujo dirasakanoleh Duta.“Oh Mbak memekmu luar biasa, benar-benar punel Mbak” bisik Duta sambilmulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.Sementara aku mengimbangi mengocoknya perlahan lahan, Duta mendesisdesis keenakan, kini wajah Duta menghadap ke arahku dengan matanya yangterpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya membuatku benar-benarmelayang. Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrumlistrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit Duta memompa memekkuaku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan pelukannya.“Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yang punya (Mas Pujomaksudnya) nggak kebagian” bisik Duta padaku.Duta melepaskan kontolnya dari memekku pelan-pelan terasa ada yanghilang dari selanggkanganku, Duta berdiri sambil membimbingku Mas Pujomasih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku. Aku menoleh memandangsuamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tapi ternyata kulihat Mas Pujobegitu bahagia bahkan dia tersenyum.“Kita main bersamaan ya Mas?” ajak Duta pada suamiku.Duta mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang,tampak kontolnya yang besar panjang dan kokoh dengan topi baja yangmengkilat karena cairan memekku berdiri seperti prajurit siap serbu,kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dengan menumpangkan pahakupada pahanya sambil membelakanginya. Perlahan-lahan aku turunkanbokongku dan duta membibing kontolnya untuk memasuki memekku, bles,ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sudah nggak perih lagi. Dengan posisibegitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yang sudah keras dankencang, perlahan-lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkanbokongku, melihat pemandangan seperti itu Mas Pujo langsung dudukjongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yang terbiar menantang.Oh.. Luar biasa sensasi yang timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakanmemekku makin berdenyut keras, kuraih kepala Mas Pujo kurapatkan keselangkanganku sementara Duta terus menyodokku dari bawah. Ahh.. Aku maumeledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!Duta menggeram karena kontolnya kucengkeram dengan denyutan memekku yangmakin kuat,. Dan dengan sambil meremas-remas payudarku kurasakan kontolDuta dalam memekku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku mau keluar..Ditariknya putingku sambil menyodokku dari bawah kuat-kuat sementara MasPujo melumat klitorisku aku benar-benar tidak bisa menggambarkankenikmatan yang kudapat ketika kontol Duta menyemburkan spermanya kedalam memekku bersamaan orgasmeku dan hisapan-hisapan pada klitorisku.Belum selesai sensasiku Mas Pujo menarikku dan memintaku nungging inikebiasaan Mas Pujo dia mau memompaku kalau aku sudah orgasme katanyaenak sekali kedutan-kedutan memekku kalau orgasme. Aku mengambil posisinungging dengan bertumpu pada kedua paha Duta pas kontolnya yangberlendir-lendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara MasPujo mulai memasukkan kontolnya yang meskipun tidak panjang tapikepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa. Kurasakan sensasiyang lebih hebat lagi ketika Mas Pujo mulai memompaku dari belakang.Hampir saja kugigit kontol Duta kalau saja Duta tidak berteriak, mengaduh.Entah aku merasa tidak kuat lagi menahan ledakankanku yang berikutnyadan segara saat kontol Mas Pujo mulai berkedut-kedut akan menyemburkanspermanya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi. Dan aahhdengan teriakan panjang Mas Pujo menyemprotkan spermanya ke dalammemekku. Aku segera berbalik untuk membersihkan kontol Mas Pujo, rasasperma dua orang laki-laki yang bercampur membuat lidah merasa aneh danasing. Kami terkulai lemas tapi aku merasa lapar dengan tetap bugil akukedapur untuk masak kulihat dua orang laki-laki itu berpelukan salingmenepuk punggung.“Gimana dik?” lamat lamat kudengan suara Mas Pujo menanyakan kesannyapada Duta.“Wah luar biasa Mas, aku nggak nyangka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat,pantas Mas Pujo tidak pernah jajan,” timpal Duta.“Begini aja dik, Dik Duta nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumuya isterimu, tapi janji Dik Duta nggak boleh jajan, aku jijik kalaumbayangkan Dik Duta jajan,” sambung Mas Pujo.“Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernahpembantuku aku pakai itupun cuma sekali selebihnya aku pake alat,”lanjut Duta.“Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu samalain..”“Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yang diomongin” akulangsung protes nglendot di pangkuan Mas Pujo.“Tapi Mama setujukann..” lanjut suamiku.“Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmm” sengaja kubuat-buat jawabanku aku inginmelihat reaksi Duta.“Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak pa-pa kok Mbak” Duta memelas.“Habis.. Habis..” jawabku nggak kulanjutkan.“Habis apa Mbak?” Duta panasaran.“Habis.. E n a a k hi.. Hi.. Hi” jawabku sambil cekikikan.Duta langsung menubrukku yang masih dipangkuan Mas Pujo, tanpa sungkanlagi diciumnya bibirku diremasnya dadaku kulihat kontolnya sudah ngacung.“Eh.. Makan duluu.. Ah aku lapar nih.. Nasi goreng sudah masak tuh dimeja” pintaku.Duta menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambilmemangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Pujo mengikuti daribelakang dan mereka duduk berimpitan kursi. Aku membagi bokongku diataskedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin.Mereka dengan sabar bergantian menyuapi aku. Aku benar-benar bahagiamereka berdua sekarang suamiku, yang siap memuaskanku.Selesai makan kusiapkan sikat gigi dan odol buat mereka, aku mendahuluimembersihkan diriku di kamar mandi sperma yang kering berleleran dipahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut kudi depan cermin.Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masukkamar aku seolah tak melihat. Kurasakan elusan lembut sebuah tangandengan bulu-bulu halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarahkeselangkangan dan mengelus memekku. Aku sudah bisa menduga pemiliktangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Duta lah yangsedang mengelus belahan memekku, dan Mas Pujo mengelus batang penisnya,sambil mulutnya menciumi dadaku. Sambil berubah posisi dengan setengahduduk di depanku Mas Pujo siap dengan selangkanganku yang terbuka lebarmemperlihatkan vagina merah basah yang sangat indah, sementara tangankanannya menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Duta tidak tinggaldiam buah dadaku yang menggantung diremas remas dan diciumi dari belakang.Duta merubah posisinya dengan duduk di meja rias dengan kontol siapdimuka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya kontol Dutayang ternyata ada dua kepalan tanganku dengan kepala agak meruncing dandiameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Pujo. Langsungkugenggam dan ku jilati dan kukocok-kocok. Begitu kulakukan sampaihampir setengah jam dan dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan Dutatak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala Mas Pujo yang sedangmengenyot klitorisku dibawah meja pada saat itulah Duta menghentakhentakkan pinggul dan menyorong-nyorongkan kontolnya dimulutku dan..Croot.. Croot.. Croot..Sperma Duta memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalucepat, padahal aku merasa masih belum apa-apa. Duta terus turunmembopongku ke ranjang dan Mas Pujo sekarang menindihku semetara Dutamempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerjasama memuaskan diriku. Mas Pujo sudah terlengkup ditubuhku, sementarapinggulnya naik turun, mengocok batangnya yang sudah melesak ditelanliang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.Aku mulai on lagi dan otot-otot vaginaku mulai berdenyut-denyut tapitiba-tiba Mas Pujo menghentikan kocokannya, dan mencabut penisnya, akumasih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai sekarang, akumasih berharap Duta bangkit lagi setelah istirahat. Aku ingin Dutamemompaku dulu baru Mas Pujo yang mengakhiri puncaknya. Tapi Mas Pujominta aku dan Duta melakukan 69 dengan posisi duta dibawah begitu akuposisi enam sembilan Mas Pujo menusukku dari belakang dan Duta gantiyang ngenyot klitorisku. Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambilmemekku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yang menyerbu lubangmemekku. Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yang palingdisukai Mas Pujo, kemudian kurasakan Mas Pujo mulai mencengkerambokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepatgoyangannya, semetara mulut Duta tak henti menciumi klitorisku danlidahnya menerobos kadang masuk ke memekku disela kontol Mas Pujo.Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.Tanpa menunggu waktu lagi Mas Pujo mempercepat kocokannya, dankemaluankupun sudah berdenyut denyut kencang, akan segera akan keluar.Mas Pujo merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluarerangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras kekemaluanku, dia semprotkan spermanya..Crot.. Crot.. Crot tapi aku belum orgasme.Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam vaginaku Padasaat yang sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam kontol Dutakuat-kuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan menikmatiorgasmeku bersama Mas Pujo mendapat perlakuan begitu Duta juga orgasmekembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yang kedua kali.Kenikmatan yang luar biasa. Walaupun permainan sudah berakhir tetapi MasPujo tidak mau mencopot kemaluanku dari memekku, aku paham betul diapaling suka menikmati denyutan memekku.“Pah.. Aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasianDuta kita tindih”Malam ini adalah malam pertama aku merasakan penis orang lain selainpunya Mas Pujo apalagi penisnya lebih panjang, sebuah pengalaman yangsangat memuaskanku.*****Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yang kualami bersama kedua suamiku namun sementara sampai disini dulu, bila ada kesempatan akanaku ceritakan lainnya. Sejak kejadian itu Duta minta jatahnya padakusetiap ada dikotaku bahkan anak-anaknya sering diajak untuk bersamatinggal dikotaku saat libur agar tidak bolak-balik.Saat Duta ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Pujodan Duta kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dengansalah sat dari mereka, dan kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.Pembaca yang terhormat kalau anda wanita disayangi 2 orang priapercayalah mereka bisa akur sabar tidak ada rasa cemburu dan yang hebatanda akan dimanja seperti diriku. Nggak percaya cobalah. Pengalaman inibenar-benar nyata kami telah 5 tahun bersama tapi kasih sayang merekasangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dankepuasan mereka bagi yang ingin tanya silahkan kirim email pastidijawab. Mau coba aku punya caranya. Lanjutkan

Share This Post :

Kumpulan Video sex

Video Sex - Tempat download video sex terlengkap di communitysex.net Ingin Nonton video sex tinggal klik di bawah ini

Video Sex

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

 
Copyright © 2015 Kumpulan Video sex , xxx , komik , hentai,. All Rights Reserved
Template Johny Wuss Responsive by Creating Website and CB Design